Sunday, May 5, 2019

KBLI - KMI Wire and Cable

Perusahaan ini sempat booming pada tahun 2016 dimana ketika itu harga sahamnya naik gila-gilaan dari harga 100 perak melonjak hingga tembus 700 di sepanjang 2016. Seharusnya perusahaan ini booming ketika pemerintah mendengungkan mega proyek pembangunan pembangkit listrik 20.000 MW pada 2014 lalu (bahkan pemerintah menaikkan menjadi 35.000 MW), tetapi karena proyeknya baru gencar dieksekusi hampir dua tahun kemudian, maka impact-nya ke perusahaan-perusahaan kabel baru terlihat pada laporan keuangan 2016 dan alhasil harga saham-saham perusahaan kabel melambung tinggi, terutama KBLI ini karena memang dibandingkan kompetitornya yang lain, perusahaan ini memiliki fundamental paling bagus. 

Akan tetapi, kenaikan harga saham KBLI ini hanya terjadi di sepanjang tahun 2016 saja, setelah Q1 2017 berlalu harga sahamnya terjun dari 700 menuju 400an dan terus turun selama tahun 2018 hingga akhirnya mentok di angka 200an di akhir 2018. Memasuki tahun 2019 KBLI mulai rebound, dan terus naik dari harga 300 pada awal tahun hingga per kemarin harga sahamnya ditutup di angka 454, sudah naik lebih dari 40%. Hal ini tidak lain diakibatkan oleh performa KBLI di sepanjang kuartal I 2019 dimana perusahaan membukukan kenaikan laba 199%. Lalu apakah di harga 450an tersebut KBLI masih punya potensi untuk naik? Dan bagaimana resiko serta prospeknya?
Bisnis KBLI ini sebenarnya sangat sederhana, perusahaan memproduksi kabel lalu menjual kabel tersebut ke konsumen, baik retail, industri, maupun untuk mendukung proyek-proyek pemerintah seperti mega proyek pembangkit listrik 35.000MW ini. Nah, karena dari rilis info pemerintah terakhir pada april 2019 capaian proyek pembangkit listrik yang telah masuk tahap kontruksi baru 57%, masih ada banyak potensi pertumbuhan pendapatan dari industri perkabelan itu sendiri. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pendapatan perusahaan yang sejak 2016 selalu tumbuh di atas double-digit. Jadi dari segi pendapatan tidak perlu diragukan lagi potensinya. Lalu kenapa sepanjang 2017 hingga 2018 harga sahamnya turun drastis dan kenapa sekarang bangkit lagi?

Jawabnya ya karena memang laba bersih perusahaan pada 2017 dan 2018 turun drastis. Penyebabnya karena bahan baku utama untuk memproduksi kabel listrik tersebut berasal dari alumunium dan tembaga maka margin perusahaan pun sangat bergantung terhadap harga alumunium dan tembaga tadi . Di pasar global, harga komoditas tembaga pada 2016 lagi murah-murahnya, bahkan termurah dalam 5 tahun terakhir. Tetapi memasuki tahun 2017 harga tembaga naik hingga 30an%, dan naik terus sampai tahun 2018 dimana harganya naik hampir dua kali lipat. Begitu juga dengan harga alumunium yang dalam fase turun sejak 2012 dan lagi-lagi menyentuh harga termurahnya pada 2016. Menjelang 2017 harga alumunium mulai naik dan mencapai puncaknya di april 2018 setelah naik lebih dari 50%. Inilah penyebab kenapa laba KBLI terus tergerus sejak tahun 2017 dan alhasil sahamnya pun ikut terjun seperti yang telah dijelaskan di atas.

Nah untungnya, kedua bahan baku tadi kompak turun memasuki tahun 2019, meskipun harganya tidak serendah tahun 2016, tetapi apabila dibandingkan dengan kuartal I 2018, harga tembaga dan alumunium sudah turun jauh di pasar global. Impactnya, margin kotor KBLI meningkat lagi dimana sekarang marginnya mencapai 19%, bahkan lebih tinggi dibandingkan margin 2017. Inilah penyebab laba bersih KBLI melonjak hingga 199%, dan berakibat harga sahamnya bergairah lagi hingga sekarang berada di 454.

Untungnya lagi, di harga segitu Pbv KBLI masih 0,9, masih lebih murah dibandingkan sahamnya sebelum booming pada 2016 lalu, jadi sangat jelas KBLI walaupun sudah naik banyak sejak awal tahun, tetapi masih memiliki banyak potensi untuk naik lebih tinggi. Seandainya harga tembaga dan alumunium stabil saja di harga sekarang, maka bisa dipastikan kenaikan laba KBLI bisa bertahan sampai akhir tahun. Dan karena sekarang sengketa perang dagang AS-China masih belum menemukan titik terang, sepertinya harga kedua komoditas tadi masih bisa turun, ataupun paling tidak stabil di harga sekarang. Terutama alumunium dimana sekarang mengalami oversupply karena China terus menggenjot produksi alumuniumnya selama tiga tahun belakangan.

Jadi, untuk kasus KBLI ini kita sebagai investor hanya perlu mewaspadai harga komoditas bahan baku pembuatan kabel listriknya tadi, selama harga alumunium dan tembaga tadi masih lebih murah dibandingkan tahun lalu, maka KBLI ini peluang tumbuhnya masih terbuka lebar. Dan perlu diingat lagi, di harga 450an sekarang Pbvnya hanya 0,9, dan annualized RoEnya paling tidak bisa mencapai 20% di akhir tahun nanti. Masih sangat aman untuk masuk ke KBLI di harganya sekarang, dan setelah nanti masuk, tugas kita hanya satu, jangan lupa untuk selalu rutin memantau harga alumunium dan tembaga 😆


*nb: Penulis memiliki KBLI di harga 430an.


2 comments:

  1. Play Emperor Casino Slots
    Enjoy Emperor Casino Slots 제왕 카지노 at Shootercasino! Enjoy งานออนไลน์ over 200+ exciting casino games including slots, blackjack, roulette and more. 메리트 카지노 쿠폰 Sign-up today!

    ReplyDelete
  2. Slot machines are the most popular playing 코인카지노 method in casinos and constitute about 70% of the common U.S. on line casino's earnings. You’ve chosen a Vegas vacation spot off the strip, but the Silverton Casino has the same hot new slots because the towering mega-resorts up the street. You’ll find greater than 1,one hundred slot machines in all, including video poker and video keno, too.

    ReplyDelete