Showing posts with label saham pertambangan. Show all posts
Showing posts with label saham pertambangan. Show all posts

Tuesday, May 8, 2018

CITA - Pemain Tunggal Smelter Grade Alumina

Sektor tambang selain batubara dan minyak bumi mungkin tampak kurang menarik di mata kebanyakan para pemain saham di Indonesia. Bagi saya sendiri bahkan terkadang "lupa" bahwa di IHSG ada banyak emiten lain yang juga tergolong sektor tambang selain batubara. Memang sejak dulu emiten-emiten saham batubara lebih diminati, ketika harga batubara memulai tren naik, maka para investor dan trader tanpa dikomando segera memburu emiten-emiten batubara, ketika harga batubara mulai turun, para investor segera berbondong-bondong angkat kaki. Mungkin karena jamak tertanam dibenak para investor dan trader bahwa bisnis batubara bisa dibilang bisnis paling "mudah" dari segi pengolahan, tidak perlu banyak proses yang membutuhkan bahan baku lain yang diperoleh dari pasar domestik atau bahkan diimpor dari luar.

Salah satu bisnis tambang yang mungkin agak terpinggirkan tapi sebenarnya sedang memiliki prospek yang cerah adalah Bauksit. Hal ini karena alumunium yang bahan bakunya bauksit, harganya sedang dalam tren naik, bahkan lebih dulu memulai tren kenaikannya dibandingkan batubara. Puncaknya pada agustus 2017 lalu dimana harga acuan alumunium di London Metal Exchange tembus $2000 per ton, dan hingga sekarang harganya stabil antara $2000-$2500 per ton.

Saturday, May 5, 2018

Catatan dan tips investasi di masa bearish

Merupakan sebuah self reminder bagi penulis pribadi, apa yang harus dilakukan ketika IHSG sedang mengalami bearish seperti saat ini dimana IHSG sudah rontok dari puncaknya sekitar 6500an pada februari lalu sampai di bawah 5800 akhir minggu ini. Biasanya ketika IHSG sedang koreksi, bisa berlangsung berbulan-bulan, terakhir seperti masa koreksi pertama yang penulis alami ketika baru memulai investasi saham pada 2015 silam dimana setelah bullish sepanjang 2014, IHSG mulai tren penurunannya pada april yang berlanjut hingga september. Setelah itu IHSG mulai rebound, walaupun baru memulai tren bullishnya lagi pada Q3 2016. Jadi pada waktu itu tren penurunan IHSG berlangsung selama 6 bulan.

Dan akan berlangsung seberapa lamakah koreksi IHSG sekarang?